Jumat, 18 Januari 2013

16/365 2013

Ber-hmmmm panjang,
mengikhlaskan waktu yang belum mempertemukan kita. Walaupun menyerahkan pada waktu untuk salah satu aktor dalam sebuah perjumpaan atau sekadar pembicaraan itu terlalu klasik. Tak apa, aku selalu percaya, ada skenario yang lebih indah dari sekadar pertemuan. Mungkin, memang belum waktunya kita bicara. Dan Aku adalah orang yang paling bodoh dalam hal menyerah :)
Semoga Tuhan genapkan pada hati kita kebahagiaan. Penuh harap dan doa untuk kamu, dimana pun kini kamu berada.

Minggu, 09 Desember 2012

Beliau

kamu yang pergi duluan 18 tahun yg lalu, andai sekarang ada di sini, ingin rasanya merajuk sedikit.

Minggu, 18 November 2012

Note for all women!

Banyak perempuan menangis untuk sesuatu yang sia-sia. Kamu perempuan! tapi menangislah untuk sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang sia-sia.

Kamis, 15 November 2012

Absurb

Mendiagnosa hatimu tak jauh berbeda dengan mengkaji penyakit idiopatik. Mengobatiku, Menarik kembali semua romantisme yang pernah terlempar dalam diam atau pun bisu. Dalam yakin maupun ragu. Andai saja, waktu berputar mundur, aku mungkin akan bersikap lebih preventif terhadap semua faktor resiko yang mungkin muncul akibat canda, tawa, gombalan yang kamu implementasikan. Nyatanya, dunia sengaja berkonspirasi menjebak dalam ilusi nyata, lalu tercipta jalan cerita absurb ini. Tanpa diminta sutradara pun sudah meremas hati kita (atau aku saja mungkin).

Rabu, 31 Oktober 2012

Semacam

Semacam tidak memiliki namun takut kehilangan. Semacam tak punya status namun merasakan kecemburuan.
@dwitasaridwita

Senin, 15 Oktober 2012

BJ. Habibie

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya.

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti.

Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
Aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak ditempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong,

Hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang brganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini,
aku selipkan salam perpisahan panjang.
Pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak mengeluh..
Tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan sehingga aku setia,
Kau ajarkan aku arti cinta sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan.

Kau dari-Nya dan kembali pada-Nya,
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku.

Selamat jalan,
calon bidadari surgaku.

-BJ. Habibie

Selasa, 09 Oktober 2012

Chance

I gave them the second chance.
I gave them the third chance.
I gave them the fourth chance.
I gave them the threehundredandfourteenth chance.
I gave them too much chances.

then, I am sick of giving chances. I am sick of being too kind. So, this I tell you, I'm out from your life. Do whatever you want to do. Don't ever ask me to coming back because I won't.

Have a nice life :))